Tampilkan postingan dengan label Ahklak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahklak. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 25, 2008

Demo... Demo.. Jangan Mudah Marah Ya Mbak (2)

Hari ini Rabu 25 Juni 2008 demo masih berlanjut di salah satu perusahaan terbesar di Jawa Timur itu, bahkan atmosfir "kemarahan" semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah peserta demo.

Energi kemarahan seakan masih belum habis, mereka terus saja memberikan semangat satu sama lain untuk tetap bergerak dan berteriak lantang agar tuntutan mereka dapat tercapai 25 juta per orang dalam genggaman.. Cara apapun dilakukan agar mereka bisa mendapatkan apa yang diminta meski itu melanggar aturan Allah, tak peduli bahwa mereka juga menzhalimi orang lain dengan menutup jalan, berteriak lantang, memaki maupun menghujat.

Astaghfirullah.. rasanya hati ini sedih banget sepertinya dakwah yang kami lakukan bersama-sama teman-teman di pabrik tersebut gagal.. setiap hari senin, kamis maupun jumat ba'da dhuhur para ustadz dan ustadzah saling bergantian memberikan tauziyahnya kepada seluruh karyawan untuk ittiba' pada Rasulullah, mencontoh Ahklak dari Rasullah dan para sahabat sepertinya lenyap tak membekas.

Adzan tepat waktu selalu terdengar sejuk dan menggetarkan dada ini setiap Dhuhur, Ashar maupun Maghrib di Musholla pabrik itu, para karyawan yang muslim maupun muslimah segera bergegas untuk shalat berjamaah di pabrik tersebut, wajah yang berbinar-binar dan kerinduan untuk bersujud kepada Allah.

Namun selama 3 hari ini rasanya seperti berlawanan 180 derajat.. iman yang selama ini terbina dan terjaga seakan-akan lebur ditelan oleh dahsyatnya marah.

Seakan-akan diantara ribuan peserta demo tersebut tidak ada yang saling nasihat menasihati untuk cooling down dan bersabar untuk melakukan aksinya dengan damai.
  1. Demi masa. (QS. 103:1)
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (QS. 103:2)
  3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)

Episode kedua ini mari kita lanjutkan pembahasan mengenai Marah.

Dengan menyaksikan akibat dari dahsyatnya Marah apakah kita tidak boleh sama sekali untuk Marah? oh tentu saja tidak.

Ada tiga tipe marah, yakni Marah yang terpuji, Marah yang tercela dan Marah yang diperbolehkan.

  • Marah yang terpuji

Kemarahan ini timbul karena Allah, ketika larangan dan apa-apa yang diharamkan-Nya dilanggar.

  • Marah yang tercela

Termasuk kemarahan yang tercela adalah kemarahan yang muncul karena membela kebathilan dan cara-cara setan.

  • Marah yang diperbolehkan

Marah disini adalah Marah yang disebabkan karena sesuatu yang bukan berupa kemaksiatan kepada Allah.

Tingkatan Manusia dalam Menahan Marah (Ihya Ulumiddin - Al-Ghazali)

At-Tifrith, yaitu orang-orang yang sama sekali tidak memiliki atau lemah rasa marahnya.

Al-Ifrath, yaitu orang-orang yang setiap kali marah tidak mampu menguasai akal sehatnya sehingga tidak mampu keluar dari ranbu-rambu agama.

Al-I'tidal, yaitu orang-orang yang tetap terpuji dalam kemarahannya karena dia selalu menggunakan pertimbangan agama dan akal sehat dalam kemarahannya.

Wallahualam

Selasa, Juni 24, 2008

Demo... Demo.. Jangan Mudah Marah Ya Mbak (1)

Weleh..weleh mulai hari senin tanggal 24 Juni 2008, ribuan pekerja salah satu perusahaan terbesar di Surabaya melakukan aksi demo.Tuntutan mereka adalah meminta uang pesangon 25 juta per orang.
Cuaca yang cukup panas ditambah dengan hati yang panas..akhirnya membuat suasana tak terkendali, caci maki bersahutan, coretan-coretan yang kurang terpuji terpampang di spanduk-spanduk, bahkan yang lebih membuat miris hati ini adalah tindakan tak terpuji dengan manjambak rambut mandor mereka.
duh.. kenapa kok jadi marah-marah begini ya mbak...

Jam 11.31 terdengar panggilan Adzan di Musholla didalam pabrik...Allahuakbar.. Allahuakbar

namun hal ini tak menenangkan mereka.. Shaf pada saat shalat berjamaah tidak bertambah banyak tetap seperti hari-hari biasa 2,5 shaf untuk jamaah wanita.

Hemm..Setan begitu bahagia dan tertawa terbahak-bahak melihat kondisi ini.. Kemarahan akhirnya membuat hati dan pikiran menjadi gelap.

Mari kita bahas tentang Marah yuk.
Sebab-sebab terjadinya Marah
  1. Ujub (rasa bangga terhadap diri sendiri), Ujub merupakan teman dekat dari kesombongan. Sedangkan kesombongan merupakan dosa besar. Rasulullah bersabda "Tidak akan masuk surga seorang yang dalam hatinya tersisa rasa sombong, meski hanya seberat biji sawi" (HR Muslim dari Ibnu Mas'ud)
  2. Perdebatan/Perselisihan, Bencana perdebatan/perselisihan sangatlah banyak. Diantaranya adalah rasa marah. Oleh sebab itu Islam melarang perselisihan (mira'). Rasulullah bersabda "Aku menjamin orang yang meninggalkan perselisihan untuk mendapatkan rumah yang berada dikelilingi benteng di dalam surga, walaupun dia berada dalam posisi benar" (HR Abu Dawud dari Abu Umamah)
  3. Senda Gurau, Anda akan mendapati orang-orang yang sering bersenda gurau terkadang melampaui batasan syar'i, baik dengan perkataan yang tidak berfaedah ataupun melakukan hal-hal yang bisa menyakiti hati orang lain. Rasulullah bersabda "Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian mengambil saudaranya, dengan mnain-main (senda gurau) maupun dengan sengaja" (HR Ahmad)
  4. Ucapan yang tidak sopan atau keji, Rasulullah bersabda "Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbicara keji dan tidak sopan (kotor) (HR At-tirmidzi)
  5. Sebab-sebab Lainnya, Imam Al Ghazali berkata "Termasuk motif yang paling kuat yang dapat membangkitkan kemarahan kalangan orang-orang bodoh adalah anggapan mereka bahwa rasa marah merupakan simbol dari keberanian, kejantanan, kemuliaan diri dan tingginya cita-cita"

Wallahualam